Viral : Video Pegawai PD. Pasar Ucap Tantangan Ke Anggota DPRD Medan

 

Medan (SMS) – Paska pertemuan Pedagang Pasar Marelan dengan Sekda Kota Medan. Salah seorang pedagang menunjukkan (M. Ilham) Video yang sempat direkamnya kepada awak media suarmediasumut.com, ketika salah seorang pegawai PD. Pasar Kota Medan (Zuhra) mengucapkan tantangan dan meremehkan Anggota DPRD Medan Mulia Asri Rambe (Kamis, 6/12/18)

Mulia Asri Rambe  (Bayek) merupakan Anggota DPRD Medan yang masih aktif terpilih melalui Dapil 5 (sekarang dapil 2) dari Fraksi Golkar dan merupakan Ketua AMPI Medan, dianggap tidak ada apa-apanya oleh pegawai PD. Pasar Kota Medan yang bernama Zuhra.

Bahkan rekaman video tersebut sudah beredar didunia maya. “ Sok kali bang Zuhra, anggota Dewan aja di tantangnya di bilangnya pulak Gak ada apa-apanya si bayek sama aku, Kau bawak bayek itu sama aku” ungkap Ilham geram.

Video yang berdurasi 1 menit 27 detik tersebut, di tunjukkan pedagang kepada awak media dengan merekam situasi adanya pertengkaran antara pedagang ikan dan Pegawai PD Pasar Kota Medan (Rabu/5/12/18).

Yang jadi pertanyaan para pedagang dan masyarakat bahwa ucapan Zuhra (Pegawai PD. Pasar) mewakili PD. Pasar atau pribadinya saja? Sebab jika ini hanya kearogansiannya sebagai individu, saat dia (Zuhra) mengucapkan kata-kata tersebut masih dalam jam kerja, dengan memakai Bed PD. Pasar (Kartu Tanda Petugas PD. Pasar).

Tetapi jika dia (Zuhra) mewakili PD. Pasar Kota Medan, berarti ucapannya tersebut sudah diketahui dan diizinkan bahkan mungkin sudah di koordinasikan oleh Direksi PD. Pasar Kota Medan.

DPRD Medan harus segera memanggil Direksi PD. Pasar Kota Medan akan hal ini dan mengklarifikasi apa yang sebenarnya yang telah terjadi. Dulu viral pemberitaan baik di media cetak maupun on line bahwa Dirut PD. Pasar (Rusdi Sinuraya) mengatakan bahwa DPRD Medan bodoh.

Sekarang salah seorang pegawai PD. Pasar (zuhra) menantang salah seorang Anggota DPRD Medan (Bayek) dan mengatakan bahwa Bayek tidak ada apa-apanya dan ini videonya sudah viral di dunia maya (online).

Sewaktu gelar perkara di Poldasu mengenai Kasus laporan Zuhra yang merasa di aniaya oleh salah seorang pedagang yang bernama Pola Nainggolan dan mengakibatkan status pedagang tersebut jadi tersangka oleh Polsek Labuhan, banyak pegawai PD. Pasar bahkan yang mempunyai jabatan yang ikut menghadiri gelar perkara tersebut.

Padahal saat gelar perkara tersebut masih dalam status jam kerja. Ini seolah-olah membuktikan bahwa perbuatan Zuhra diamini oleh Direksi PD. Pasar Kota Medan. Dan saat ini Pemerintah Kota Medan lagi diuji, apakah layak di percaya masyarakat khususnya dalam kasus yang menimpa Pasar Marelan.

(Rahmat)

Tinggalkan Balasan