Ada Misteri Aneh Pembangunan Pasar Kp. Lalang Medan

Medan (SMS) – Pembangunan Pasar Tradisional memang suatu kemajuan yang pantas dibanggakan. Tetapi jika pembangunannya menimbulkan misteri kebingungan yang sangat luar biasa, ini harus diselidiki dan diusut secara hukum.

Keanehan terjadi pada pembangunan Pasar Kampung Lalang Nampak jelas dengan mata telanjang bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut.

Informasi yang didapat dilapangan dan penuturan dari masyarakat sekitar bahwa sebelumnya sekitar “tahun 2015 atau 2016 lalu pembangunan Pasar Kampung Lalang itu sudah direncanakan dengan memakai uang negara.

Dan bahkan sudah didirikan penampungan sementaranya berbentuk kiosk dari papan di tengah jalan ini bang (Jl. Kelambir V) dari simpang Jl. Gatot Subroto sampai dengan rel kereta api mengarah gaperta.

Lalu, ntah apa sebabnya pembangunannyapun tidak jadi dan sekitar setahun Kiosk-kiosk yang didirikan di tengah jalan ini hilang diambil orang yang tidak kami kenal.

Sebenarnya kami tidak tau pembangunan kioks ditenga jalan itu pakai uang Negara atau tidak. Yang pasti raib dan tidak ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab.

Setelah itu kami dengar lagi dari desas-desus pedagang yang berjualan didalam bahwa Kiosnya akan di renovasi pakai biaya sendiri, tetapi batal juga dan tidak jadi di renovasi.

Selanjutnya sejak berganti Direksi PD. Pasar dengan Rusdi Sinuraya didengar lagi bahwa Pasar itu (sambil menunjuk gedung pasar Kp.Lalang) jadi di bangun ulang pakai uang Negara.

Dan memang terjadi bang, tapi… malam peruntuhan gedung itu bagaikan terjadi konflik perang bang. Bayangkan bang, yang hadir untuk merobohkan gedung, ikut Polisi, Tentara, Satpol PP, PD. Pasar serta Pihak Pemko Medan. Bahakan sampai mengeluarkan gas air mata serta mobil water canon juga ada. Memakai dana darimana pula itu lagi? Pokoknya kacau kalilah malam itu.

Setelah itu bangunan sebagian roboh dan ditinggali juga oleh pasukan yang merobohkannya malam itu sampai besoknya.

Ya…akhirnya para pedagang berjualan disepanjang jalan ini. Sebenarnya ada tempat penampungannya tetapi menurut mereka tidak layak, karena sangat kecil bagaikan kandang burung  dan berada di jalan gatot subroto.

Sekarang pembangunan sudah selesai, tetapi pedagang belum bisa juga berjualan didalam. Ada apa ini? Semakin membingungkan saja bang. Jadi sudah bertahun-tahun fenomena aneh ini kami lihat dari sisi pandang kami sebagai masyarakat sekitar sini” jelasnya kepada awak media sambil tersenyum-senyum dan menggelengkan kepala penuh dengan arti. (Josua G)

Tinggalkan Balasan