“Sekretaris DPW MAZILAH TANJUNGBALAI MENYATAKAN SIKAP NETRAL”

Tanjung Balai (SMS) – Masalah Eforia tentang mendukung calon untuk legislatif maupun Pilpres dari para organisasi, membuat bebrapa organisasi akhirnya menyatakan sikap politiknya.

Contohnya saja untuk DPW Mazilah Tanjung Balai. Melalui Sekretarisnya Nazmi Hidayat Tanjung memberikan pernyataan sikap politik tentang posisi DPW Mazilah.

Pada Hari ini Jumat, 15 Maret 2019 saya Nazmi Hidayat Sinaga selaku Sekretaris DPW MAZILAH (Majelis Dzikir Ash-Sholah) KOTA TANJUNGBALAI tanpa bermaksud mendahului dan melangkahi Pimpinan (Ketua) dengan ini Menyatakan Permohonan Maaf yang Sebesar-besarnya Karena Menarik Dukungan Dari Paslon 01 yang saya usung pada perhelatan akbar pesta demokrasi 17 april 2019.

Dan Menyatakan dengan Tegas Bahwa DPW MAZILAH (Majelis Dzikir Ash-Sholah) KOTA TANJUNGBALAI Menyatakan Sikap, dan Mengambil Sikap “NETRAL” (Tidak Memihak Kepaslon Manapun) pada Kontestasi Politik 17 april 2019.

Mengingat, Mazilah Tanjungbalai Bersifat Independent (tidak bergantung kepada pihak lain), Maka saya menginginkan dan Menyerukan bahwa DPW MAZILAH TANJUNGBALAI agar tetap digaris perjuangan untuk Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Bersikap dan Bertindak Tegas Jika Agama Dihina, Nabi Dilecehkan, dan Ayat Suci Al-Qur’an dinistakan..

Persoalan dukung mendukung, pilih memilih memang sangat diperlukan, sebab kita tidak mungkin membiarkan orang yang kita anggap tidak kredibel akan memimpin suatu negara.

Oleh sebab itu saya menyatakan dengan tegas kepada Seluruh Jajaran Pengurus untuk BEBAS MENENTUKAN PILIHAN dan BERHAK BERPARTISIPATIF dalam MENENTUKAN PILIHAN POLITIKNYA TANPA ADA “INTERVENSI”…!!!

Karena sebuah Intervensi Merupakan Pelanggaran Hak Azazi karena Mengkebiri Hak Demokrasi dan Kebebasan Seseorang Untuk Menentukan Pilihan.

Yang terpenting. Siapapun Pilihan Kita, Siapapun Yang Kita Usung, Marilah Bersama sama Tetap Menjaga Ukhuwah Islamiah, dan Silaturahmi.

Sebab Pentingnya Menjaga Kerahmatan Islam Dalam Membingkai Kebhinekaan Itu Sangat Berpengaruh didalam Perkembangan dan Kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kedepannya.” Tegasnya (Eko S)

Tinggalkan Balasan