Buya Gustami “Harus Ada Efek Jera” Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak

Medan (SMS) – Masyarakat Indonesia tengah dibuat geram oleh tindakan 12 siswa SMA yang melakukan tindakan pengeroyokan  pada siswi SMP, Audrey di Pontianak. Menurut laporan, korban telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, serta diseret sampai kepalanya berbenturan ke aspal. Bahkan ada beredar kabar bahwa korban juga mengalami kekerasan seksual.

Banyak masyarakat  yang sangat menyayangkan juga mengecam tindakan 12 Siswi SMA tersebut yang kita lihat berita nya di media online. Seperti yang di ketahui, audrey siswi SMP Kota Pontianak di keroyok 12 orang siswi SMA dan juga di leceh kan.

Kasus itu juga menuai komentar dari Salah satu tokoh masyarakat kota Tanjung Balai juga selaku ketua PD Alwasliyah kota Tanjung Balai Buya Gustami,S.sos.i.MM.Pd. saat di konfirmasi awak media suarmediasumut.com Melalui Via What shapp nya kamis 11/4/2019.

“Kita meminta kepada pemerintah baik legislatif dan eksekutif untuk undang-undang perlindungan anak ini mohon di klasifikasi mana kejahatan anak, contoh kejahatan anak itu seperti mencuri mangga, mencuri uang neneknya, mencuri Handphone teman nya, itu bisa dikatakan kejahatan anak, tapi kalau begal, kurir narkoba, pengkeroyokan hingga menyebabkan nyawa orang melayang dan luka-luka berat itu sudah merupakan kejahatan pidana murni.

Kemudian kalaupun hal itu dilakukan anak yang masih di bawah umur, umurnya harus kita tetapkan dalam undang-undang anak, contohnya anak itu masih murid SD akan tetapi kalau sudah Duduk di bangku SMA itu bukan di katagorikan anak lagi. Kalau dalam islam seperti yang  kita ketahui bersama itu sudah Balihq.

Kalau sudah balihq itu tentu sudah berakal dan tentunya dia bisa mempersiapkan bertanggung jawaban perbuatan dirinya sendiri, walaupun di atur tentang hukum pidana nya misalnya tetap kita berlakukan undang undang perlindungan anak.

Walaupun misalnya apabila anak melakukan kejahatan dengan ancaman hukum pindananya hingga 7 tahun penjara maka ancamannya separuh dari 7 tahun seperti 3 tahun setengah ataupun 2 tahun harus dilaluinya hukuman minimal menjadi efek jera.

Apa lagi kasus yang menimpa audrey siswi SMP pontianak itu sudah kasus 170 dijelaskan didalam pasal 170  KUHP bahwa setiap pelaku yang melakukan perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan

Tetap pelaku menjalaninya dan di tetap diberlakukannya undang-undang perlindungan anak namun harus di terapkan suapaya menjadi efek jera.

Kita bukan dendam kepada 12 Orang Siswi SMA yang melakukan Pengeroyokan terhadap Audrey siswi SMP di pontianak itu namun inilah untuk efek generasi muda kedepan dan menjadi efek jera. Kalau ini dibiarkan, yakinlah bahwa kedepan ini mental generasi ini semakin bobrok” Tutup Ketua PD Alwasliyah. (Eko S)

Tinggalkan Balasan